Penyerahan secara simbolis Tugas dan Tanggung jawab Wuamesu periode 2011-2015, (Sebelah kanan) Dr.
Ing Ignasius Iryanto Djou ( Dewan Pembina) Kepada Dr. Lodovicus Sensi Wondabio. CA, CPA (Dewan Pengawas) Jumat, 22/05/2015
Dari sebuah paguyuban, Wuamesu semakin mengokohkan diri
sebagai organisasi modern dengan platform "Menuju Paradigma Baru",
setelah sukses menyelenggarakan Musyawarah Anggota Luar Biasa di Hotel Grand
Menteng Jakarta, Jumat, 22/05/2015.
Musyawarah Anggota Luar Biasa yang dihadiri oleh 30 Ketua
Komunitas Arisan Keluarga Ende Lio sebagai pemegang mandat tertinggi,
menghasilkan keputusan mutlak bahwa Yoseph Badeoda, SH MH terpilih sebagai
Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Wuamesu Jakarta menggantikan ketua demisioner
Dr. Ing Ignasius Iryanto Djou. Sementara
itu Ignasius Iryanto Djou yang juga mantan Ketua Umum Wuamesu periode 2011-2015
mendapat dukungan penuh sesuai hasil musyawarah untuk menduduki posisi Ketua Dewan
Pembina serta Dr. Lodovicus Sensi Wondabio. CA, CPA . pria asal Tenda yang juga
mantan Komisaris BNI Life untuk menduduki posisi Ketua Dewan Pengawas, ditambah
usulan dari floor yaitu Bpk. Sulaiman Pete dan Ibu Sere Aba yang masuk sebagai
formatur pengurus periode berikutnya.
Sebelah Kiri : Dr. Lodovicus Sensi Wondabio. CA, CPA (Dewan Pengawas),
tengah : Yoseph Badeoda, SH MH(Dewan Pengurus) dan Sebelah kanan :Dr.
Ing Ignasius Iryanto Djou ( Dewan Pembina)
Dalam pemaparan Visi, Misi dan Program, Yoseph Badeoda Ketua
Umum terpilih menekankan pentingnya Wuamesu untuk bermetamorfosis menjadi
organisasi modern yang berbadan hukum demi memenuhi asas legalitas. karena itu,
ia akan mengupayakan agar organisasi Wuamesu yang berdiri sejak tahun 1957
tersebut dilegalkan melalui pembuatan akta notaris serta didaftarkan
perijinannya melalui Menteri Hukum dan HAM. "Wuamesu harus menjadi Subyek Hukum Tegasnya!!
Sementara itu, dalam LPJ, Ignas Iryanto, mantan ketua umum Wuamesu mengungkapkan apresiasi yang luar biasa atas partisipasi dan keterlibatan masyarakat Ende Lio untuk merajut kembali simpul-simpul dalam satu atap Wuamesu sebagai; Sa'o Ria Tenda Bewa (rumah bersama). Dalam forum tersebut, Ia mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh anggota dan masyarakat diaspora Ende Lio bila dalam kepemimpinannya terdapat kekhilafan. Namun ia bersyukur bahwa dalam era kekinian telah hadir generasi kedua yang memutuskan untuk menata ulang organisasi Wuamesu secara profesional, taat pada kaidah serta standart organisasi modern setelah berjalan selama 58 tahun tanpa badan hukum. "Menurutnya, langkah menuju organisasi yang legal telah dirintis pada masa kepengurusan dibawah pimpinannya saat mengadakan workshop selama dua hari di puncak Bogor beberapa tahun silam. Namun impian itu kandas disebabkan satu dan lain hal. "Terobosan legal formal ini yang diharapkan untuk menjawab macetnya inisiatif positif", terangnya!!
Dilain pihak, Lodovicus Sensi Wondabio yang biasa disapa Sensi Se'e, putra dari Alm. bapak Yoseph Se'e pendiri organisasi Wuamesu 58 tahun silam menuturkan bahwa, ia akan mendukung penuh niat untuk melegalkan organisasi ini. Mengangkat martabat orang Ende Lio, adalah sebuah hal yang mutlak baginya. Pria yang saat ini menjabat sebagai staff ahli Keuangan PT. Pertamina tersebut berkomitmen akan terus membesarkan organisasi Wuamesu. Ia juga akan memberikan pelatihan dan pendidikan bagi generasi muda Ende agar bisa bersaing dilevel nasional. Karena itu ia membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat Ende Lio yang ingin mengikuti kursus dan pelatihan akuntansi, maupun bahasa Inggris secara cuma-cuma. Menjabat sebagai Ketua Dewan Pangawas Wuamesu, ia berjanji akan membantu Dewan Pengurus melaksanakan program Wuamesu lewat akses yang ia miliki termasuk bekerja sama dengan lembaga donor maupun Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam sebuah kesempatan, ia menuturkan bahwa komitmen untuk membesarkan Wuamesu tersebut bukan saja datang dari dirinya secara pribadi, tetapi hal itu berangkat dari nazar dan pesan khusus dari ayahnya. "Jangan lupa membantu orang-orang Ende", Tutupnya dengan nada haru!!
Meskipun dihujani interupsi dari peserta dan peninjau, namun Musyawarah Besar Anggota Luar Biasa Perkumpulan Wuamesu berjalan tertib dan cukup hikmat. Dimukadimah, acara tersebut dibuka dengan lagu Indonesia Raya serta pemutaran mars Wuamesu karya Bpk. Rafael Demu komponis sekaligus produser industri musik Mbuli Plus. Rapat Pleno pertama dengan agenda pembacaan tatib dan verifikasi kehadiran anggota dipimpin langsung oleh Bpk. Silvester Mbete, sekretaris Bpk. Karel Karni Lando, Ibu Merry Kunigunda Sare, Bpk. Mikael Pero dan Bpk. Rafael Demu. Setelah itu dilanjut dengan Rapat Pleno II dengan agenda penetapan formatur dan AD/RT Wuamesu 2015-2019 dipimpin oleh Bpk. Sensi Se'e, Mikael Tani Wangge, Bpk. Martinus Manggo, Bpk. Rino serta Bpk. Jhon Babari.
Kemudian acara musyawarah tersebut ditutup dengan doa secara Islam dipimpin oleh Bpk.H. Hasan dari kelompok arisan Mbuli. Dari unsur-unsur keterwakilan, kelompok arisan dari Ende yang menamakan diri sebagai komunitas Lio Muslim pun turut mengambil bagian sangat penting dalam menentukan masa depan organisasi Wuamesu sebagai rumah bersama. Kiranya nafas ini akan selalu memberikan makna pentingnya sebuah keragaman mencapai mimpi besar Ende Lio. Tak ada sekat yang jadi penghalang, semua ruang batin mencair meleburkan harapan-harapan positif menata hati yang penuh cinta dan kasih sebagaimana arti sesungguhnya dari Wuamesu itu sendiri.

0 comments:
Post a Comment